Terjun ke Sawah demi Pelajari Komunikasi Lintas Budaya




Komunikasi Lintas Budaya merupakan salah satu mata kuliah wajib di semester 5 Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Singaperbangsa Karawang. Mata Kuliah Komunikasi Lintas Budaya atau biiasa disingkat KLB (bukan Kejadian Luar Biasa) khususnya mempelajari Komunikasi yang melibatkan budaya sehingga nantinya dapat terjadi perubahan-perubahan tertentu berdasar proses interaksinya. Mata Kuliah KLB diampu oleh dosen ibu Fardiah Oktariani Lubis, S.Si, M.A.

Dan salah satu tugas yang diberikan ibu Fardiah saat mengampu mata kuliah KLB ini cukup menarik, yakni melakukan pendekatan terhadap budaya baik yang dari dalam maupun dari luar yang berada di Indonesia dengan cara mengikuti aktivitas narasumber selama 6 jam untuk mengorek informasi menarik seputar budaya mereka. Selain pendekatan budaya, mahasiswa juga dapat meng-interview suatu organisasi tertentu. Kebanyakan kelompok di Kelas B memilih untuk melakukan interview dengan WNA yang menetap di Indonesia karena dianggap paling relevan dengan judul tugas mata kuliah ini, namun ada juga yang. melakukan interview dengan masyarakat lokal Indonesia yang dianggap memiliki daya tarik budaya seperti suku Baduy dan masyarakat di Kampung 9. Kelompok saya sendiri melakukan interview dan pendekatan kepada organisasi Sepetak atau Serikat Petani Karawang.

Serikat Petani Karawang atau Sepetak kami pilih untuk menjadi bahan tugas kami karena menurut kami Petani di Karawang membutuhkan perhatian khusus dan menarik untuk ditelisik lebih lanjut seputar kehidupan bertani mereka dengan pendekatan KLB. Awalnya kami mengenal organisasi Sepetak melalui tugas mata kuliah semester sebelumnya

Dalam misi pencarian informasi, pada 12 Desember 2017 kami berangkat menuju sawah di daerah Kepuh, Karawang yang terkenal masih memiliki lahan sawah yang lumayan luas. Di sana kami melihat para petani yang tengah melakukan proses cocok tanam, tanpa basa basi lagi sepatu kami lepas, celana kami lipat dan kami menghampiri para petani menyusuri pematang yang berhias lumpur. Setelah menjelaskan sedikit mengenai maksud dan tujuan hendak melakukan interview, kami memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan sehari-hari serta seputar proses bertani kepada para petani tersebut. Total kami menginterview 5 orang petani yang masing-masing punya cerita dan latar belakang yang berbeda mengenai kehidupan mereka. Jawaban yang kami dapat pun cukup memuaskan karena juga menyangkut proses Komunikasi dan Budaya.

Selanjutnya, pada 15 Desember 2017 kami menuju kantor sekretariat Sepetak untuk melakukan interview lebih lanjut mengenai proses Komunikasi Lintas Budaya dalam kehidupan petani menurut sudut pandang organisasi. Kantor sekretariat Sepetak ini merupakan kantor sementara. Di sana kami bertemu dengan Pak Ngkos selaku sekjen Sepetak. Dari penuturan Pak Ngkos kami mendapat banyak hal mengenai kehidupan serta budaya dalam bertani. Mulai dari adanya tradisi dalam bertani maupun organisasi itu sendiri hingga masalah-masalah pertanian yang muncul di jaman modern ini. Saat diminta untuk memberi pesan kepada pemuda agar lebih mau ikut terlibat dalam proses tani, Pak Ngkos mempunyai pandangan sendiri bahwa untuk saat ini realitasnya mungkin belum akan terjadi karena manusia pada umumnya pasti akan lebih senang mencari pekerjaan yang lebih mudah namun memberi penghasilan yang cukup banyak. Namun, ia tetap berharap para pemuda khsusunya mahasiswa nantinya bisa ikut andil dalam proses bertani misalnya memberikan inovasi baru untuk kemudahan bercocok tanam di jaman modern ini.

Kurang lebih seperti itulah proses kami dalam menyelesaikan tugas mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya. Selain mendapat nilai tugas, kami juga mendapat pengalaman dan pengetahuan baru mengenai kehidupan para petani di Karawang, baik tradisi mereka dalam proses bercocok tanam, komunikasi mereka antar sesama petani, hingga masalah-masalah yang timbul di jaman sekarang.

Nantinya di akhir perkuliahan KLB dari setiap kelompok yang telah melaksanakan tugas akan dipilih yang terbaik berdasarkan penilaian dari dosen serta voting anggota kelas. Sayangnya, kelompok kami belum beruntung mendapat predikat hasil tugas terbaik, hehe.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dies Natalis FISIP ke-8 “The New Spirit to Change”

Kelompok 4 Sistem Informasi Manajemen IKOM 6B

Event Color Run Pertama Yang diselenggarakan Oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNSIKA